Sejarah Singkat Desa Long Nawang

1757398887641.jpg

Desa Long Nawang pada awal berdirinya, merupakan desa yang mayoritas penduduknya dengan etnis suku Dayak Kenyah (100 %), namun kini sudah mulai beragam suku, karena mulai masuknya etnis lain akibat perkawinan dengan suku bangsa yang lain, walaupun tidak banyak jumlahnya. Desa Long Nawang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau, Long Nawang adalah 1 dari 5 desa yang ada dalam wilayah Kecamatan Kayan Hulu dan Long Nawang merupakan pusat pemerintahan Apau Kayan sekaligus sebagai ibukota pemerintahan Kayan Hulu. Dengan luas desa seluruhnya 258,560 ha dan terdiri dari 5 (lima) RT.

Desa Long Nawang merupakan ibukota Kecamatan Kayan Hulu, sedangkan jarak tempuh dengan pusat Pemerintah Kabupaten Malinau 300 Km dengan waktu + 85 menit melalui pesawat terbang.

Desa Long Nawang terbentuk menurut pemaparan Henoch Merang dan Gun Kila, menyatakan bahwa “Desa Long Nawang adalah salah satu desa/kampung tertua di Apau Kayan yang terletak di tepi sungai Kayan, tepatnya di depan muara (long) sungai Nawang cabang sungai Kayan, sehingga desa/kampung ini di beri nama Long Nawang”. Desa/kampung Long Nawang cukup strategis kedudukannya, selain dekat dengan perbatasan serawak Malaysia, juga terletak di tengah-tengah penyebaran komunitas penduduk Apau Kayan dan berada pada ketinggian 575 meter di atas permukaan laut.

Dan kawasan tertinggi sungai Kayan atau Apau Kayan terletak di antara pertengahan sungai Kayan sampai penghujung hulu sungai Kayan dan cabang-cabangnya, kemudian melewati hulu sungai Kayan sampai pertengahan sungai Boh cabang hulu sungai Mahakam. Dataran tinggi sungai Kayan yang terdiri dari pegunungan, bukit-bukit, lembah-lembah dan dataran serta merta dengan ribuan aliran anak sungainya yang merupakan cabang-cabang hulu sungai Kayan termasuk ratusan anak sungai hulu Boh.

Oleh pendahulu suku Kenyah sebagai penghuni daerah Apau Kayan gelombang ketiga, kawasan dataran tinggi hulu sungai Kayan ini diberi nama “Sungai Kayan” yang berarti “Dataran Tinggi Kayan”. Diberi nama “Apau Kayan” ataupun nama “Sungai Kayan” karena penghuninya yang dikenal terdahulu mendiami kawasan ini sebelum suku Kenyah, adalah suku Kayan, sehingga sungainya disebut sungai Kayan dan kawasanya secara keseluruhan disebut Apau Kayan. Apau artinya dataran tinggi.

Berdasarkan pemaparan Henoch Merang dan Gun Kila diatas maka dapat disimpulkan bahwa, desa/kampung ini terbentuk karena perpindahan penduduk suku Kenyah yang sebelumnya di huni oleh suku Kayan.

Bagikan post ini: